Pernahkah
manusia mendarat di Bulan? Itu pertanyaan yang bertahun-tahun lamanya
muncul dan diperdebatkan oleh mereka yang mempercayai teori konspirasi.
Tapi
apakah foto-foto terbaru dari Lunar Reconnaissance Orbiter (LRO) masih
akan memberi ide baru bagi para penganut teori konspirasi dan mereka
yang suka sekali dengan hoax tentang pendaratan di Bulan?
Pendaratan
di Bulan tidak hanya terjadi sekali saja. Setidaknya ada 5 kali
pendaratan di Bulan setelah Apollo 11. Misi pendaratan terakhisr adalah
Apollo 17 sementara misi Apollo 13 gagal dan perencanaan misi Apollo
18,19 dan 20 dibatalkan.
Foto-Foto dari Bulan
Wahana
pengorbit bulan Lunar Reconnaissance Orbiter (LRO) yang diluncurkan
pada tahun 2009, bertugas untuk melakukan pemetaan di Bulan.
LRO
dalam misinya ini memotret tiga lokasi yang berasal dari pendaratan
Apollo 12, 14 dan 17 dari angkasa. Citra yang diambil sangat tajam dan
menujukkan jalur perjalanan astronot saat menjelajah permukaan Bulan.
Citra dari lokasi pendaratan Apollo 17 di Bulan yang diambil LRO.
Kredit : NASA's Goddard Space Flight Center/ASU)
Di
lokasi pendaratan Apollo 17, jejak yang ditinggalkan rover bulan
terlihat sangat jelas. Tampak juga jejak kaki terakhir yang ditinggalkan
dari astronot Eugene Cernan dan Harrison Schmitt.
Tak hanya
itu, citra yang diambil LRO juga menunjukkan lokasi tempat diletakannya
beberapa instrumen ilmiah oleh para astronot yang kemudian menjadi mata
bagi manusia untuk melihat dan mengenali interior dan lingkungan Bulan.
Dari
citra yang dihasilkan LRO, para peneliti masa kini bisa menelusuri
kembali jejak para astronot dengan sangat jelas untuk mengetahui dimana
mereka mengambil contoh-contoh dari Bulan.
Dari tiga citra
berbeda yang diambil LRO, tampak jejak di tanah tipis saat astronot
keluar dari modul pndaratan dan mulai menjelajah dengan berjalan kali.
Pada
citra Apollo 17, jejak perjalanan para astronot termasuk di dalamnya
jalur terakhir yang dibuat oleh manusia di Bulan bisa dengan mudah
dibedakan dari jejak ganda yang ditinggalkan oleh rover Bulan, yang
diparkir di area timur pendaratan.
Citra yang dihasilkan LRO,
diambil dengan Narrow Angle Camera yang memiliki ketajaman luar biasa
untuk memotret permukaan Bulan dari ketinggian rendah.
Pada
setiap lokasi, ada jejak menuju ke arah barat pendaratan. Di tempat
tersebut, astronot menempatkan Apollo Lunar Surface Experiments Package
(ALSEP) yang digunakan untuk memantau interior dan lingkungan Bulan.
Peralatan
yang satu ini merupakan bagian penting dalam semua misi Apollo karena
ia memberikan pandangan awal dari struktur internal Bulan, mengukur
tekanan permukaan Bulan dan komposisi atmosfernya.
Untuk kasus
Apollo 11, saat itu ia membawa versi lebih sederhana dari paket sains
untuk dibawa ke Bulan. Hal ini mengingat Apollo 11 merupakan awal dari
pendaratan di Bulan.
Citra dari lokasi pendaratan Apollo 12 di Bulan.
Kredit : NASA's Goddard Space Flight Center/ASU)
Salah
satu detil yang ada pada citra adalah bentuk L dalam foto Apollo 12.
Bentuk L tersebut menandai lokasi kabel dari stasiun utama ALSEP ke 2
instrumennya.
Meskipun kabel sangat kecil untuk bisa dilihat
langsung namun mereka bisa tampak karena dapat memantulkan cahaya dengan
sangat baik.
Untuk foto yang diambil dari lokasi pendaratan
Apollo 14,tampak juga jejak yang ditinggalkan oleh Alan Shepard dan
Edgar Mitchell saat berjalan di Bulan.
Misi ini juga dikenal
karena Alan Shepard saat berjalan di bulan yang ke-2 ia “bermain” golf
aka memukul 2 buah bola golf. Selain itu tahap ketika modul Antares
turun di Bulan juga tampak dalam foto yang diambil LRO.
Lokasi pendaratan Apollo 14 di Bulan. Tampak lokasi turunnya modul Antares dan jejak perjalanan astronot.
Kredit : NASA's Goddard Space Flight Center/ASU
Manuver LRO
Bagaimana
LRO bisa mengambil foto sedemikian jelas? Resolusi tinggi yang
dihasilkan juga diperkirakan karena penyesuaian yang dibuat pada orbit
LRO yang dibuat sedikit oval atau elips tanpa merubah tinggi rata-rata.
Akibatnya,
bagian terendah orbit berada pada sisi yang diterangi Matahari. Pada
posisi ini LRO bisa mengambil foto dengan sangat jelas.
Manuver itu membawa LRO turun dari ketinggian standarnya yakni 50 km ke ketinggian 21 km saat ia melintasi permukaan Bulan.
Wahana
LRO berada pada orbit ini selama 28 hari sehingga akan cukup untuk
menyelesaikan 1 rotasi dan mengambil keseluruhan permukaan Bulan dengan
kamera sudut lebar. Siklus tersebut sudah berakhir dan kini LRO kembali
ke ketinggian 50 km lagi.
Apa Dampaknya?
Dari
kacamata sains, citra yang didapat sangat pernting karena foto-foto ini
memberi informasi ciri fotometri Bulan. Salah satunya mengapa tampak
gelap?
Inilah yang menjadi pertanyaan untuk dijawab. Alasan
lebih praktis, foto-foto ini sekaligus menunjukkan dengan tepat area
dimana contoh dari Bulan diambil.
Citra yang lebih tajam juga
memberi petunjuk bagi para astronom untuk mengidentifikasi perkakas yang
ditinggalkan disana sebelum mereka meninggalkan Bulan.
Dan bagi
mereka yang tertarik dengan bendera yang dikibarkan oleh misi Apollo,
akan sulit untuk bisa melihat bendera itu “masih ada disana” setelah
lewat beberapa dekade.
Lokasi tempat bendera itu ditancapkan
jelas masih ada. Namun suhu ekstrim panas dingin dan juga lingkungan
yang dihujani sinar ultraungu mungkin tidak akan meninggalkan apapun
dari bendera yang terbuat dari nilon tersebut. Kalau pun masih ada
mungkin bentuknya sudah compang camping.
Sumber :
langitselatan.com