Ditemukan, 'Studio Seni' Tertua di Dunia

Para peneliti menemukan sebuah situs kuno yang diklaim sebagai 'studio seni' pertama di dunia. Ruangan itu ditemukan di Gua Blombos, letaknya di pantai sebelah selatan Cape Town, Afrika Selatan. Usianya diperkirakan 100.000 tahun. Demikian dilansir foxnews.com.


Di situs ini, juga ditemukan dua kotak rias secara terpisah. Selain itu, para peneliti juga menemukan batu tajam. Diduga batu-batu itu digunakan sebagai alat pancing.

Penemuan terakhir yang dilaporkan adalah pewarna rias, mangkuk penghalus, kulit untuk menyimpan, tulang dan arang untuk campuran pewarna.

Ketua peneliti dari Universitas Bergen, Norwegia, Christopher Henshilwood mengatakan penemuan ini menunjukkan tanda-tanda proses evolusi mental manusia yang kompleks.

Menurut para peneliti ini, pewarna yang ditemukan itu dapat digunakan untuk menggambar, dekorasi, dan perlindungan kulit.

Para peneliti ini juga mengatakan penemuan ini menunjukkan bahwa manusia pada waktu itu sudah memiliki kemampuan konseptual terhadap sumber daya, mengombinasikan, dan menyimpan bahan-bahan yang yang mungkin bisa digunakan untuk meningkatkan derajat sosial mereka.

Henshilwood yang juga bekerja untuk Universitas Witwatersrand, Afrika Selatan mengatakan bahwa para peneliti meyakini bagian pewarna make up ini digerus di bebatuan saat membuat serbuk merah. Dan dicampur dengan tulang penggerus, arang, dan potongan tulang.

Sumber :
vivanews.com

Artefak Peninggalan Kebudayaan pra-Inca yang Penuh Dengan Seni

Sejumlah artefak peninggalan kebudayaan Chimu ditampilkan di Museum Huaca de La Luna di Trujillo, Peru.

Menurut Ketua Proyek Arkeologi, Oscar Gabriel Prieto, para arkeolog berhasil menggali sisa-sisa upacara pengorbanan untuk kesuburan laut dan tanah.

Chimu adalah kebudayaan yang berkembang di sekitar Trujilo sekitar tahun 900 Masehi. Kebudayaan ini mulai punah pada 1470 sejak pasukan Inca yang dipimpin Tupac Inca Yupanqui menaklukkan kawasan tersebut.

Foto: REUTERS/ Mariana Bazo

Patung tanah liat peninggalan kebudayaan Chimu pra-Inca ditampilkan di Museum Huaca de La Luna di Trujillo, Peru.



Foto: REUTERS/ Mariana Bazo

Seorang pekerja membersihkan dinding kuil Huaca de La Luna di Trujillo, Peru.



Foto: REUTERS/ Mariana Bazo

Sebuah bejana peninggalan kebudayaan Chimu pra-Inca ditampilkan di Museum Huaca de La Luna di Trujillo, Peru.



Foto: REUTERS/ Mariana Bazo

Patung kayu peninggalan kebudayaan Chimu pra-Inca ditampilkan di Museum Huaca de La Luna di Trujillo, Peru.



Foto: REUTERS/ Mariana Bazo

Sebuah artefak peninggalan kebudayaan Chimu pra-Inca ditampilkan di Museum Huaca de La Luna di Trujillo, Peru.



Foto: REUTERS/ Mariana Bazo

Seorang pekerja membersihkan dinding kuil Huaca de La Luna di Trujillo, Peru.

Sumber :
vivanews.com


Ditemukan Kotak Tua Terkait Misteri Penyaliban Yesus

Otoritas Barang Antik Israel berhasil menyita kotak tua berusia 2000 tahun dengan ukiran pesan di permukaannya. Peristiwa itu terjadi 3 tahun lalu. Namun kotak tua itu ternyata berharga, sebab ditengarai terkait dengan cerita mengenai kematian Yesus.

"Di luar semua keraguan, pesan yang terukir di atas kotak tua itu otentik," kata Yuven Goren, arkeolog dari Tel Aviv University yang memimpin upaya otentifikasi kotak tua berbahan batu gamping dan berhiaskan ukiran bunga roset itu.


Ukiran pesan di kotak tua itu menyebut nama salah satu imam besar yang bertanggungjawab dalam penyaliban Yesus, yakni Kayafas. Tulisan pesan itu sesuai publikasi Foxnews, "Miriam anak perempuan Yeshua putra Caiaphus (Kayafas), imam besar Maaizah dari Beit Imri."

Goren menerangkan, Maaizah merupakan klan terakhir yang disebut dari 24 ordo imam besar dari periode gereja kedua. Sementara Beit Imri menurut Goren adalah tempat dimana klan tinggal sebelum menyebar ke Galilea pada tahun 70 AD sesuai riwayat dalam Kitab Talmud.

Menurut Goren, kotak tua itu kemungkinan berasal dari komples pekuburan Lembah Elah, barat daya Yerusalem. Lokasi tersebut diketahui merupakan tempat legendaris dimana pertempuran Daud dan Goliath berlangsung. Beit Imri mungkin berada di lereng Gubung Hebron.

Penemuan kotak tua dengan ukiran pesan ini bukan pertama kalinya. Pada tahun 2002, benda serupa pernah ditemukan namun akhirnya terungkap bahwa hanya hoax. Goren sendiri menekankan bahwa kotak tua yang diotentifikasi olehnya benar, ia mampu menerangkannya secara ilmiah.

"Ketika batu terpendam selama ribuan tahun, ia dipengaruhi oleh lingkungan dan mempengaruhi lingkungannya," jelas Goren. Proses erosi, pengasaman, tumbuhnya bakteri, alga dan lumur kerak, merupakan proses yang tak mungkin ditiru di lab. Penemuan kotak tua ini dipublikasikan di Israel Exploration Journal.

Sumber :
kompas.com

Placoderm Fish, Ikan Purba Yang Memiliki Rahang Terkuat

Ikan Placoderm adalah kelompok pertama vertebrata berahang, dan mendominasi ekosistem perairan antara 430 dan 360 juta tahun yang lalu.
Ikan purba ini memiliki lapisan kulit seperti jubah/armor sebagai pelindung (placoderm = "kulit lapis baja"). Placoderm terbesar yang pernah ditemukan disebut dengan "Dunkleosteus Terrelli" dengan panjang 33 kaki (10 m) dan berat 4 ton. Ikan ini pasti menjadi predator terhebat di lautan.
Saat ini, ahli biologi membuat rekonstruksi biomekanik otot-otot rahang ikan ini, untuk membuktikan bahwa makhluk ini memiliki gigitan yang paling kuat dari setiap ikan yang pernah ada, melebihi hiu terbesar dan menyaingi buaya atau dinosaurus punah Tyranosaurus.
Ilmuwan menghitung kekuatan gigitan rahang dari ikan ini sebesar 11.000 pon (5.500kg/5,5ton!!), kekuatan ini cukup untuk menghancurkan kulit dan tulang terkeras di lautan. Rahang dari Dunkleosteus memiliki deretan gigi tajam yang tentunya akan menambah kekuatan gigitan, setelah diukur, tekanan pada tiap ujung taringnya memiliki kekuatan lebih dari 80.000 pon (40.000Kg/ 40 ton!!) per inci persegi.
Model biomekanik dari mulut ikan menggambarkan bahwa ia memiliki tengkorak yang sangat mudah untuk dikendalikan karena memiliki mekanisme yang unik pada empat sendi rotasi, inilah rahasia di balik gigitan yang kuat.
Selain itu, Placoderm bisa membuka mulutnya dengan sangat cepat, hanya dalam 1 / 50 detik, yang menciptakan kekuatan hisap yang kuat, dan dapat menarik mangsa ke dalam mulutnya. Biasanya, ikan hanya memiliki gigitan gigitan yang kuat atau kemampuan rahang yang cepat, Placoderm memiliki keduanya.
"Bagian yang paling menarik dari pekerjaan ini bagi saya adalah menemukan bahwa ikan lapis baja ini memiliki kemampuan membuka dan menutup rahang dengan cepat dan kuat", kata Mark Westneat, Kurator Ikan di The Field Museum.
"Hal ini dimungkinkan karena desain teknik unik tengkorak dan otot-otot berbeda yang digunakan untuk membuka dan menutup dan itu membuat ikan ini menjadi salah satu pemangsa puncak pertama benar terlihat dalam rekaman fosil vertebrata"
Gigitan kuat dari Dunkleosteus memungkinkan untuk memakan Placoderm lainnya, ammonoids, moluska, atau artropoda lain. "Dunkleosteus mampu menelan apa pun di lingkungannya," kata Philip Anderson, di Departemen Ilmu Geofisika di University of Chicago.
Hiu, yang merupakan keturunan dari Placoderm, memiliki rahang tajam yang mampu membelah mangsa berukuran lebih besar dari mulutnya sendiri baru muncul 100 juta tahun kemudian.
"Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bagaimana teori teknik mesin berguna dapat mempelajari perilaku hewan fosil," tambah Anderson.
"Kita tidak bisa benar-benar melihat hewan-hewan berburu atau berinteraksi, tetapi kita dapat memahami berbagai perilaku yang mungkin mereka lakukan dengan mempelajari bagian-bagian fosil yang dibentuk dan terhubung satu sama lain."

Ternyata Peradaban Mesir Kuno Telah Mengenal Gel Rambut

Peradaban mesir kuno ternyata telah mengenal gel rambut, salah satu kunci hair styiling dari kehidupan modern saat ini. Hal ini ditemukan setelah arkeolog dari KNH Center for Biomedical Egyptology di University of Manchester Inggris, Natalie McCreesh dan rekannya meneliti mumi dari masa Mesir Kuno.

http://assets.kompas.com/data/photo/2011/08/23/1942468620X310.jpg

Berdasarkan penelitian, ditemukan bahwa gel rambut dipakai agar rambut tetap tertata, baik selama hidup maupun mati. McCreesh mengambil sampel 18 mumi.

Mumi yang tertua berusia 3500 tahun, namun rata-rata diekskavasi dari kompleks pemakaman Dakhleh Oasis di Western Desert dan berasal dari masa Greco Roman, kira-kira 2300 tahun yang lalu.

Umur manusia yang dimumikan bervariasi dari 4-58 tahun. Sebagian manusia tersebut dimumikan secara artifisial sementara yang lain termumikan secara alami dengan pasir yang menguburnya.

Kesimpulan bahwa manusia Mesir Kuno telah memakai gel dibuat karena analisis dengan mikroskop elektron menunjukkan bahwa ada 9 rambut mumi yang dilapisi oleh substansi misterious mirip lemak.

Setelah diteliti dengan kromatografi dan spektrometri massa, diketahui bahwa substansi itu mengandung asam lemak rantai panjang termasuk asam palmitat dan asam stearat. Hasil ini dipublikasikan di Journal of Arachaeological Science.

Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa substansi itu ditemukan di mumi yang diawetkan secara natural maupun artifisial.

Substansi juga ditemukan baik pada mumi perempuan maupun laki-laki. Dalam analisis, peneliti tidak menemukan resin dan material pembalsaman di rambut, menunjukkan bahwa rambut dilindungi dan ditata terpisah.

"Mungkin mereka tahu kalau rambut tak akan terdegradasi seperti bagian tubuh lain," kata McCreesh.

Menanggapi kesimpulan penelitian, John Taylor, kepala koleksi mumi di British Museum mengatakan bahwa ide bahwa manusia Mesir Kuno memakai gel rambut itu mungkin saja. "Rambut adalah simbol status," katanya.

Namun, sejauh ini, teks dari masa Mesir Kuno yang telah dianalisis tidak pernah menyebut adanya pemakaian gel rambut, walaupun pemakaian minyak wangi dan lotion di tubuh telah diketahui. Taylor mengungkapkan, "Kuncinya sekarang ada pada wig Mesir Kuno. Rambut kadang-kadang dilapisi dengan bees wax."

Menurut Taylor, wig itu telah ditemukan di makam Mesir Kuno sejak, diperkirakan sangat mahal dan hanya dipakai kalangan terbatas atau yang dihormati. "Sebagian besar mumi yang saya lihat menggunakan rambut asli," tambah Taylor seperti dikutip Nature.

Gel rambut yang dimaksud mungkin bees wax. McCreesh sendiri mengatakan bahwa ia tidak tahu apakah gel rambut yang dimaksud adalah bees wax atau bukan.

Namun, ia mengatakan bahwa jika itu adalah bees wax, akan sangat sulit dibilas dibandingkan dengan lemak hewan. Untuk memastikannya, saat ini Creesh akan berencana menganalisa senyawa lebih lanjut serta mengetahui resep pembuatan gel rambut kuno ini.

Sejauh ini, penelitian menunjukkan bahwa dengan gel rambut yang dimaksud, orang Mesir Kuno bisa membuat beragam gaya, mulai pendek panjang, keriting ataupun lurus dan sebagainya.

Sekali lemak dipakai, rambut dijamin takkan berubah gaya. Keriting akan tetap keriting. "Anda bisa membayangkan bagaimana mereka ketika hidup, menata rambut dan mengeritingnya," kata McCreesh.

Sumber :
kompas.com

Fosil Tertua di Bumi Ditemukan di Australia

Planet Mars
Planet Mars, ilustrasi.
Temuan ini sekaligus memberikan harapan kepada manusia untuk bisa hidup di Planet Mars. Bumi yang kini kita huni, dulu sebenarnya juga tak memiliki oksigen, begitu maksud penemuan yang dirilis pada Minggu (21/8) kemarin ini.

Umur mikrofosil yang ditemukan di Australia itu ditaksir mencapai lebih dari 3,4 miliar tahun. Para peneliti dari University of Western Australia dan Oxford University menegaskan bahwa fosil yang mereka temukan itu merupakan bagian dari mikroba yang hidup di area tanpa oksigen.
“Mikrofosil itu itu kami temukan pada lapisan batu sedimen. Ini merupakan fosil paling tua yang ditemukan manusia,” papar jubir tim peneliti tersebut.

Batu sedimen berisi mikrofosil tersebut berasa dari situs Strelley Pool, Pilbara Region, Australia Barat. Konon, mikroba yang terbentuk menjadi fosil itu terjebak di antara butiran pasir kuarsa ketika ia berada dalam kondisi sekaran. Selanjutnya, mikroba tersebut terabadikan sebagai mikrofosil. Temuan serupa, konon, juga pernah muncul pada 2002.

Sejak lama, para ilmuwan meyakini bahwa formasi batu sedimen di kawasan yang dulu berjuluk Archean Eon itu merupakan yang tertua di dunia. Konon, disanalah pusat simpanan air tanah saat bumi masih berupa planet sangat muda.

Sebenarnya pada 2002 lalu, tim peneliti juga pernah menemukan mikrofosil dengan jenis yang sama di Pilbara. Kali ini, penemuan terjadi pada lokasi berjarak 35 km dari lokasi penemuan pertama. Saat itu, penemuan mikrofosil itu dimentahkan oleh analisis sejumlah pakar. Menurut mereka, benda yang ditemukan dalam batuan sedimen tersebut bukan mikrofosil melainkan mineral.
Tapi kali ini tim peneliti dari dua kampus terkenal itu bisa memastikan bahwa penemuan dalam batu sedimen tersebut adalah benar-benar mikrofosil.

“Mikroba purba ini bergantung pada sulfur untuk bertahan hidup. Mereka tak butuh oksigen,” tegas ketuam tim Unversity of Western Australia, David Wacey.

Sumber  : gugling.com

"Fosil Hidup", Ilmuwan Telah Berhasil Temukan Belut Era Dinosaurus di Laut Pasifik

Ilmuwan berhasil menemukan spesies belut baru. Saking tuanya, belut ini tetap memiliki karakteristik dari era dinosaurus dan mendapat label ‘fosil hidup’. Seperti apa?

Belut ini ditemukan di gua bawah Laut Pasifik di Republic of Palau yang terletak di 804 km timur Filipina.

Belut coklat kemerahan ini memiliki panjang 4,3 cm serta banyak tanda primitif belut dari era Mezozoic (200 juta tahun silam) ditemukan pada belut ini.

Belut ini diberi nama Protoanguilla Palau yang artinya ‘belut pertama’ dan menjadi satu-satunya contoh keluarga taxonomic terbaru, Protoanguillidae. Belut ini ditemukan tim dari Natural History Museum and Institute di Chiba, Jepang, yang dipimpin Masaki Miya.

Temuan yang diterbitkan di jurnal Inggris Proceedings of the Royal Society B ini mengungkap, sebanyak delapan specimen belut ini dikumpulkan menggunakan jala dan lampu untuk uji DNA guna memastikan hewan ini benar masuk keluarga belut.

"Belut ini tampak aneh dan membuat para ilmuwan sulit mengidentifikasinya sebagai bagian belut pada pandangan pertama,” ujar Miya seperti dikutip Dailymail. [mor]

Sumber : inilah.com

Wow Ilmuwan Temukan Sebuah Fosil Burung Purba Raksasa di Kazakhstan

Ilmuwan menemukan fosil rahang burung Phoenix raksasa. Burung ini diperkirakan terbesar yang pernah hidup di bumi.

Fosil rahang burung raksasa ditemukan di Kazakhstan. Namanya Samrukia nessovi, diambil dari Samruk, nama burung Phoenix dari kisah mitologi Kazakhstan. Samrukia nessovi diperkirakan hidup di masa Cretaceous, yakni 85 juta tahun lalu.

Dilihat dari ukuran rahangnya, diperkirakan panjang tengkoraknya sekitar 30 cm, dan bobot totalnya 50 kg. Jika ia tidak terbang, maka tingginya sekitar 2–3 meter, dan jika terbang maka lebar sayapnya sekitar empat meter.

Ini adalah temuan kedua setelah fosil sejenis, yaitu Gargantuavis philoinos, ditemukan di Prancis pada 1995. Burung itu kisaran ukurannya hanya sebesar burung gagak. Sehingga Dr. Darren Naish dari Universitas Portsmouth mengatakan temuan kedua ini berukuran lebih besar.

“Sejak 1850, kita hanya mengetahui pada masa itu spesies burung hanya seukuran gagak. Sekarang kita lebih yakin bahwa di masa Mesozoic, ada burung yang ukurannya lebih besar,” ujar Dr. Naish seperti dikutip dari Metro. [mor]

Sumber : inilah.com

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cna certification